BOYOLALI — Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjadi pusat perhatian nasional saat menjadi tuan rumah Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, 15 Januari 2026. Ribuan kepala desa, perangkat desa, pelaku UMKM, serta masyarakat dari berbagai daerah hadir memeriahkan agenda nasional tersebut.
Peringatan Hari Desa menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisi desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Desa tidak lagi dipandang sebagai objek, melainkan subjek utama yang menggerakkan ekonomi, budaya, dan ketahanan sosial bangsa.
Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan seperti pameran produk unggulan desa, festival budaya, pasar murah, donor darah, jalan sehat, hingga forum investasi desa. Sekitar puluhan stan UMKM dari berbagai daerah turut ambil bagian menampilkan produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga inovasi ekonomi kreatif desa.
Selain seremoni, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Boyolali. Banyak masyarakat membuka usaha dadakan seperti parkir, kuliner, dan jasa lainnya yang turut menggerakkan perputaran ekonomi lokal.
Sambutan Para Menteri
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa desa harus menjadi motor utama pembangunan nasional.
“Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan pelaku utama. Dari desa kita bangun Indonesia yang adil, merata, dan berdaulat. Ini sejalan dengan visi Presiden agar pembangunan dimulai dari bawah,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong desa agar mandiri melalui penguatan ekonomi lokal, pemanfaatan teknologi, serta tata kelola yang transparan dan partisipatif.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan desa.
“Perempuan desa memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi dan sosial. Ketika perempuan diberi ruang dan kesempatan, desa akan tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” katanya.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, juga menekankan peran desa dalam menjaga lingkungan.
“Desa harus menjadi garda terdepan pengelolaan sampah dan ketahanan iklim. Inovasi lingkungan dari desa akan sangat menentukan masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia,” ucapnya.
Kehadiran sejumlah menteri dan pejabat negara tersebut mempertegas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pembangunan desa.
Refleksi dan Harapan
Hari Desa Nasional di Boyolali tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang refleksi dan konsolidasi. Pemerintah dan masyarakat desa diharapkan terus berinovasi, memperkuat gotong royong, serta memanfaatkan potensi lokal demi kesejahteraan bersama.
Dengan semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, desa-desa diharapkan semakin maju, mandiri, dan mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional di masa depan.